SEBAGAI wartawan, Suryopratomo tak berminat menjadi politikus. Tetapi, ketika negara memanggilnya menjadi Duta Besar RI untuk Singapura, ia berupaya memberi yang terbaik untuk bangsa dan negara. Ia membangun trust and confidence antar dua bangsa. Membangun komunikasi intensif, tidak hanya dengan kalangan pemerintah; tetapi juga kalangan pengusaha, akademisi, dan masyarakat. Tidak mudah, terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 Namun, ia mampu menggerakkan semua elemen untuk terlibat bersama-sama dalam penanganan Covid-19, juga dalam memberi perlindungan kepada pekerja migran. Jejaring sosialnya luas. Berulang kali bersepeda keliling Singapura bersama WNI diaspora di Singapura. Kedekatannya dengan banyak orang membuat ia lebih akrab dipanggil, ”Tommy”. “He is loved by everybody,” catat Retno LP Marsudi, Menlu RI (2014-2024). ”Semua duta besar memanggil saya, Tommy,” katanya. Presiden Singapura pun menyapa dengan nama panggilan itu. Lima tahun ia mengemban tugas negara yang tidak pernah terbayangkan itu, yang dicatat dalam memoarnya, Panggil Saya Tommy, ini.
Tommy yang saya kenal selama puluhan tahun lalu sejak era kepemimpinan Pak Harto sampai sekarang, tidak berubah pribadi dan kapasitasnya sebagai jurnalis senior yang patriotik, yang selalu hadir di kala negara alami pasang surut. Saya tidak ragukan loyalitasnya kepada negara. Jurnalis diplomat tanpa kenal sekat, bisa menembus semua barikade hubungan diplomatik mancanegara. Saya tidak lupakan dedikasi Tommy. – Jenderal TNI (HOR) (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan
Mas Tommy yang saya kenal sejak 15 tahun lalu adalah Mas Tommy yang sama: jenaka, rendah hati, dan bersemangat. Setiap kali saya mengunjungi beliau seba-gai duta besar, saya selalu merasa mengunjungi seorang sahabat, bukan se-orang pejabat. Beliau juga sangat membantu sewaktu saya melakukan tindakan medis di Singapura. Salut!” – Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan (2014-2016), Menteri ESDM (2016-2019).
Pak Tommy adalah seorang pemimpin egaliter. Meskipun posisi di Metro TV dulu tinggi, sebagai director of news, tapi tidak pernah membedakan, termasuk terhadap saya, reporter dan news anchor junior saat itu. Ia memberikan kami taman bermain untuk berkreasi seliar mungkin. Saya berterima kasih atas pengalaman belajar itu. – Marissa Anita, Aktris dan Broadcaster
- Judul: Panggil Saya Tommy
- Penulis: Suryopratomo
- Editor: M Subhan SD
- Tahun: 2025 (Cet. 1, Oktober; Cet. 2 November)
- Halaman: xii + 214 hlm
- ISBN 978-623-496-359-5
- Penerbit: Palmerah Syndicate


Ulasan
Belum ada ulasan.