Humaniora, Internasional
Belajar Banyak dari Perguruan Tinggi di Iran
Prestasi perguruan tinggi di Iran sangat mengagumkan. Bukan cuma klaim sepihak, tetapi berdasarkan pemeringkatan global baik dari sisi kualitas riset, publikasi ilmiah, kualitas dosen dan sebagainya. Padahal, Iran selama puluhan tahun mendapat sanksi ekonomi berlapis-lapis sejak Revolusi Islam Iran pada 1979 atau 47 tahun silam.
Salah satu penilaian prestisius datang dari Times Higher Education (THE) World University Rangkings, publikasi tahunan peringkat universitas yang diterbitkan oleh majalah terkemuka Times Higher Education (THE). Hasil terbaru THE World University Rankings 2026 menunjukkan, terjadi peningkatan luar biasa rangking perguruan tinggi di Iran secara global. Pada tahun 2023, misalnya, hanya ada 63 universitas di Iran yang tergolong baik, tahun 2024 naik menjadi 75 universitas dan tahun berikutnya pada 2025 naik lagi menjadi 85 universitas. Pada 2026, sebelum serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, jumlahnya naik lagi menjadi 101 universitas yang masuk dalam THE World University Rankings. Hebatnya lagi lima universitas di Iran, termasuk dalam 500 universitas terbaik di dunia. Jika kategori diperluas, 42 universitas di Iran masuk dalam 1.000 universitas terbaik di dunia. Berdasarkan jumlah universitas yang masuk peringkat, Iran menduduki posisi ketujuh negara yang memiliki universitas terbaik secara global. Menggunakan patokan lembaga lain, nilainya tak jauh berbeda. Berdasarkan penilaian Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings 2026, sebanyak 11 universitas di Iran masuk dalam daftar 1.500 universitas terbaik di dunia. QS World University Rankings adalah publikasi tahunan pemeringkatan universitas terbaik di dunia yang disusun oleh Quacquarelli Symonds (QS). Lembaga terpercaya ini menilai ribuan universitas di dunia berdasarkan reputasi akademik, reputasi lulusan serta rasio dosen-mahasiswa. Berdasarkan penilaian lembaga ini, Universitas Teheran berada di peringkat ke-322 universitas terbaik di dunia, sedangkan Sharif University of Technology yang sering dijuluki “MIT-nya Iran”, berada di peringkat 375 dunia. Bahkan di bidang Teknik Perminyakan, dua universitas di Iran yakni Sharif University berada di peringkat 20 Universitas Teheran berada di peringkat 25 terbaik dunia. Bukan cuma kualitas universitas. Jumlah ilmuwan Iran dalam daftar 2 persen peneliti paling berpengaruh dunia versi Stanford University-Elsevier melesat dari 433 orang pada 2021 menjadi 2.772 orang pada 2025. Pemeringkatan ini bukan kaleng-kaleng karena dilakukan universitas tersohor, Stanford University dan penerbit Elsevier, serta dirilis setiap tahun. Daftar ini memeringkat ilmuwan berdasarkan dampak sitasi penelitian mereka di 22 bidang utama dan 174 sub-bidang. Stanford University- Elsevier, juga menyampaikan, sebanyak 2.772 peneliti Iran termasuk dalam daftar dua persen ilmuwan yang karya ilmiahnya paling banyak dikutip di dunia. Data ini berrdasarkan Scopus per Agustus 2025. Jumlah ini melesat naik, karena sebelumnya pada 2021 hanya 433 dan tahuun 2023 tercatat 2.503 peneliti. Dalam kinerja satu tahun, bidang kedokteran mencatat jumlah terbesar yakni 853 peneliti, sementara dalam indeks sepanjang karier, bidang teknik mendominasi dengan 287 peneliti. Total 1.142 peneliti Iran diakui masuk dalam satu persen ilmuwan paling banyak dikutip dunia pada 2025. Jumlah ini naik dari 1.056 pada 2024. Jika dirinci, paling banyak adalah bidang kedokteran klinis (446 entri), teknik (219 entri), farmakologi dan toksikologi (163 entri), serta kimia (140 entri) mendominasi daftar tersebut. Porsi perempuan dalam ekosistem ini pun luar biasa. Hampir 60 persen lulusan universitas di Iran adalah perempuan. Menjadikan Iran salah satu negara dengan kesetaraan gender tertinggi di pendidikan tinggi kawasan Asia. Negara-negara Barat dan Zionis sering menutupi fakta ini, dan bahkan memutar balikan fakta. Agar lebih obyektif, bisa dilihat pula hasil penilaian dari pemeringkatan lainnya, Round University Ranking (RUR) yang berbasis di Moskow. RUR adalah system pemeringkatan universitas internasional yang mengevaluasi kinerja sekitar 1.100 universitas terkemuka di dunia dari 82 negara. RUR menilai universitas berdasarkan 20 indaktor di empat bidang utama yakni pengajaran, penelitian, keragaman internasional dan keberlanjutan finansial. RUR 2025 menempatkan 36 universitas Iran dalam jajaran terbaik dunia. Jumlah ini naik dari 32 universitas pada 2024. Islamic Azad University dengan peringkat global 93 berada di urutan pertama nasional. Capaian ini diikuti Tehran University of Medical Sciences yang berada di peringkat 125 global dan Universitas Teheran yang berada di peringkat 202 global. Di balik capaian ini sesungguhnya terdapat peningkatan volume dan dampak penelitian. Dihitung sejak 2005, peneliti Iran telah menerbitkan sekitar 437.000 makalah dalam jurnal terindeks Scopus. Dua dekade lalu, Iran hanya menyumbang 0,1 persen sekarang Iran menyumbang 2,6 persen dari total output ilmiah dunia. Berdasarkan data Scopus International Citation Database, porsi artikel Iran dengan partisipasi internasional tumbuh sebesar 209 persen selama delapan tahun 2013-2020. Capaian ini menempatkan Iran sebagai negara terdepan dalam diplomasi sains di dunia Islam. Capaian ini akan dianggap biasa jika kondisinya normal bahkan ideal. Namun, Iran meraih semuanya di bawah tekanan sanksi internasional selama 47 tahun yang membatasi akases terhadap peralatan penelitian, kolaborasi ilmiah dan pendanaan internasional. Indonesia tidak berada seperti Iran. Indonesia memiliki berbagai universitas terkemuka, kesempatan kerja sama internasional sangat luas, sumber daya alam yang melimpah, serta berbagai kelebihan lainnya. Universitas di Indonesia mestinya bisa mencapai prestasi yang lebih baik lagi di dunia internasional. Indonesia perlu belajar dari berbagai perguruan tinggi di Iran. (P3)