Lompat ke konten utama

Palmerah.online

Ketika K-pop Menghipnotis Dunia

Palmerah.online

K-pop (Korean Populer) atau hallyu, atau Korean Wave adalah fenomena global. K-pop adalah potret budaya Korea Selatan yang berhasil menaklukkan dunia.

K-Pop tidak terbatas pada satu genre. Ada pop, hiphop, R&B, EDM (Electronic Dance Music), rock, balada, jaz, bahkan trot dan gugak (musik tradisional Korea). Dan, K-pop pun bukan sekadar musik, tetapi industri hiburan yang menampilkan musik-musik keren, tarian energik, gaya hidup populer. K-pop menghipnotis miliran penduduk Bumi. Dan, K-pop juga mengubah tren dalam industri kecantikan, kesehatan, fashion, dan lain-lain. Para idols K-pop diidolakan terutama anak-anak muda di seluruh penjuru dunia, albumnya diborong, show-nya diburu, tiket pertunjukannya cepat ludes, perilaku dan gaya hidupnya ditiru, bahkan pernik-pernik kesukaan para idols pun diserbu penggemar.

Nyaris tiada yang tak kenal para idols K-pop. Deretan panjang bisa disebutkan: H.O.T., S.E.S., Sechs Kies, Fin.K.L, Shinhwa, g.o.d., TVXQ, Super Junior, BIGBANG, Girls’ Generation, Wonder Girls, 2NE1, SHINee, 2PM, EXO, BTS, TWICE, BLACKPINK, Red Velvet, SEVENTEEN, Stray Kids, ITZY, TXT, I-DLE, aespa, ENHYPEN, IVE, NewJeans, Le Sserafim, dan lain-lain. Anak-anak muda di berbagai negara sangat menggandrungi para idolanya itu.

Jungkio Choi, penulis buku “Bagaimana K-pop Menguasai Dunia?” saat peluncuran di Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta, Minggu, 27 September 2026. subhan
Subhan

 

Subhan
Subhan
Subhan

Perjalanan sukses K-pop itu terungkap dalam diskusi peluncuran buku “Bagaimana K-pop Menguasai Dunia?” karya Jungkiu Choi terbitan Palmerah Syndicate di toko buku Kinokuniya, Grand Indonesia, Jakarta, Minggu, 27 September 2026. Jungkiu Choi, warga Korea yang saat ini menetap di Singapura menjelaskan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi fenomena K-pop. Tentu saja kreatifitas para seniman dan musisi yang sangat jeli melihat peluang dan pasar, juga tak lepas dari manajemen yang terorganisasi baik, profesional, dan disiplin. Juga bagaimana industri itu menjaga relasi yang baik dengan para penggemar (fandom). Selain itu, tak kalah penting adalah dukungan pemerintah Korea. Hal itu juga diperkuat oleh Zaini, dosen bahasa korea di Universitas Indonesia, yang menyatakan betapa pemerintah Korea memberi dukungan serius sehingga K-pop dapat merebut panggung global. Buku ini juga memotret tangan-tangan dingin di behind scene yang mampu memanggungkan K-pop untuk menaklukkan dunia. (P5)

Tinggalkan Balasan

Komentar:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Publikasi Buku