Buku ini terbit sebagai penanda ulang tahun ke-75 Hubungan Diplomatik antara Republik Indonesia dan Takhta Suci (1950-2025). Indonesia dan Vatikan memiliki banyak kesamaan pandang-an, sikap, dan posisi terhadap isu-isu internasional, seperti perdamaian (Palestina, Yaman, Myanmar, Nigeria, Ukraina, dan berbagai wilayah konflik lainnya), HAM, hak-hak perempuan dan anak-anak, lingkungan hidup, food security dan juga water security.
Sikap kedua negara dalam isu misalnya, konflik Israel-Palestina, sama dan jelas: mendukung two-state solution. Baik bagi Indonesia maupun Vatikan, two-state solution adalah fundamental. Vatikan menyatakan harus ada “pengakuan yang adil terhadap hak-hak semua orang”.
Selama 75 tahun, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci yang sudah dimahkotai kunjung-an tiga paus ke Indonesia dan empat presiden Indonesia ke Vatikan.
“Bagi Takhta Suci, komitmen untuk menjaga hubungan bila-teral dan multilateral di tingkat internasional berakar pada nilai-nilai Injil tentang martabat manusia dan hak-hak dasar setiap pribadi serta kebaikan bersama, yang hendak didukung dan dipromosikannya. Pada akhirnya, ini merupakan konsekuensi dari mandat Kristus untuk saling mengasihi, sebagaimana Ia telah mengasihi kita.” (Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan)
“Indonesia stands ready to continue working alongside the Vatican in promoting tolerance, mutual respect, diversity, and dialogues to make a better and more peaceful world. May this book not only serve as a tribute to those who have contributed positively to our shared history, but also as a source of inspiration to carry forward the spirit of Indonesia-Vatican friendship for decades to come.” (Menlu RI Sugiono)
- Judul: Bersama Mengarungi Zaman/Insieme Attraverso i tempi
- Penulis: M Trias Kuncahyono dkk
- Tahun 2025 (Desember)


Ulasan
Belum ada ulasan.