Pada pertengahan Januari 2025, kita dikagetkan dengan kasus ‘pagar laut’ (bambu) sepanjang 30,16 kilometer, membentang sepanjang pantai utara Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Pemagaran laut itu tidak hanya mengganggu nelayan karena lokasinya ada di jalur tangkap ikan dan berpotensi mengganggu keajekan ekosistem pesisir, tetapi juga terkait dengan skandal sertifikasi lahan di atas air. Persoalan pagar laut itu adalah persoalan yang disebut sebagai coastal atau marine grabbing, yang pada intinya adalah perampasan ruang pesisir/laut oleh pihak luar, yang berdampak merugikan komunitas tempatan dan mengancam integ-ritas ekosistem. Apa yang terjadi di Tangerang, bukanlah hal yang unik di tanah air kita, bahkan terjadi juga di negara lain.
Persoalan coastal dan marine gabbing merupakan persoalan serius di Indonesia, tidak hanya karena gejalanya terjadi di banyak tempat tetapi juga intensitas dampaknya sangat serius diderita oleh komunitas tempatan dan ekosistem pesisir dan laut. Buku ini adalah kumpulan tulisan para pakar tentang perampasan laut yang sebagian besar kasus yang terjadi di Indonesia, satu tulisan mengulas tentang kasus di Filipina. Buku ini didedikasikan untuk membahas secara komprehensif gejala tersebut dengan memberikan analisis berbagai kasus, dari mulai kebijakan, contoh-contoh riil dinamikanya di lapangan, juga menyuguhkan contoh opsi alternatif dari pendekatan pengelolaan pesisir/laut dan pembangunan.
Sejumlah kasus yang diangkat dalam buku ini sebenarnya semakin meneguhkan bahwa persoalan perampasan ruang pantai dan laut bukanlah fenomena baru. Hanya saja mayoritas publik di Indonesia baru mengetahuinya setelah kasus pemagaran laut terjadi di Tangerang ramai diperbincangkan di media sosial dan berbagai media lainnya. Hal ini semakin meneguhkan bagaimana efek dari no viral no justice adalah fenomena yang tidak terelakkan dalam advokasi perubahan kebijakan lingkungan di Indonesia. Tulisan di buku ini juga mendukung apa yang dihasilkan dari in-vestigasi publik dalam kasus pemagaran ruang pantai dan laut di Tangerang dan tempat lainnya, yaitu bagaimana negara berperan penting dalam perampasan ruang pantai dan laut untuk kepentingan swasta. (Suraya A. Afiff Ph.D)
- Judul: Merampas Laut, Merampas Hidup Nelayan: Coastal and Marine Grabbing in Indonesia and the Philippines
- Penulis: Parid Ridwanuddin dan Fikerman Saragih, Wengki Ariando, Henry Thomas Simarmata, Dedi Supriadi Adhuri, Efenita M. Taqueban, Hermien L. Soselisa, Mufti A. Ingratubun, Slamet Subekti, Singgih Tri Sulistiyono, Ari Wibowo, Moh Shohibuddin, Alfian Helmi, Yosefina Anggraini, Beby Pane, Rayhan Dudayev, R Yando Zakaria, Dieri Tarau, Galih Nur Fitriyani
- Editor: Dedi S Adhuri
- Tahun: Februari 2025
- Pengantar: Suraya A. Afiff Ph.D
- Halaman: xii + 293 hlm.
- ISBN:



Ulasan
Belum ada ulasan.