Topik Pilihan, Visual
Museum Nasional, Tempat Nongkrong Asyik Bikin Cerdas
Museum Nasional menyimpan 190.000-an koleksi benda-benda bernilai sejarah Indonesia. Terdiri 7 jenis koleksi, yakni Prasejarah, Arkeologi masa Klasik atau Hindu-Budha; Numismatik dan Heraldik; Keramik; Etnografi, Geografi dan Sejarah. Tak mengherankan, museum ini menjadi tempat nongkrong yang asyik dan bikin cerdas. Di museum ini kita bisa mempelajari perjalanan bangsa sejak masa lampau, sehingga kita dapat memahami identitas atau jatidiri kiat sebagai orang Indonesia. Maka jalan-jalan ke sini asyik deh. Luasnya lumayan. Kompleks Museum Nasional dibangun di atas tanah seluas 26.500 meter persegi, dan mempunyai dua gedung. Gedung A untuk ruang pamer dan wahana Imersifa. Sedangkan Gedung B, dikenal pula dengan sebutan Gedung Arca, digunakan untuk pameran juga digunakan untuk kantor, ruang konferensi, laboratorium, ruang pameran temporer, area komersial dan perpustakaan. Gedung Museum Nasional dibangun tahun 1862. Saat itu pemerintah Hindia Belanda membangun gedung museum baru di Koningsplein West (kini Jalan Medan Merdeka Barat). Sebab, museum tempat koleksi benda-benda budaya dan buku-buku di Jalan Kalibesar milik perkumpulan ilmiah Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) sudah penuh koleksi. Sebelumnya Letnan Gubernur Jenderal Inggris Thomas Raffles memerintahkan pembangunan gedung baru untuk museum dan ruang pertemuan untuk Literary Society (yang disebut gedung Societeit de Harmonie). (P5)



