Internasional, Topik Pilihan, Utama
NTU Luncurkan Tiga Proyek Satelit Nano, Perkuat Akses Antariksa
Nanyang Technological University, Singapore (NTU Singapore) resmi meluncurkan tiga proyek antariksa baru dalam kerangka Space Technology Development Programme Singapura, sebuah inisiatif nasional yang dirancang untuk mempercepat komersialisasi teknologi antariksa negeri kota itu.
Langkah NTU ini bukan sekadar ambisi akademik semata. Ketiga proyek tersebut masuk dalam Space Access Programme pertama yang menargetkan peluncuran tahunan berturut-turut pada 2026, 2027, dan 2028. Tujuannya jelas: memberi para peneliti dan perusahaan lokal akses yang lebih cepat dan hemat biaya ke luar angkasa untuk keperluan pengujian serta validasi teknologi di orbit nyata.

Salah satu proyek yang paling menarik perhatian adalah integrasi muatan AI edge computing ke dalam nanosatelit yang dikembangkan bersama perusahaan teknologi antariksa Satoro Space. Ini berarti kecerdasan buatan tidak hanya bekerja di Bumi, tetapi juga diproyeksikan beroperasi langsung di luar angkasa.
Proyek kedua membawa misi yang tak kalah ambisius: peluncuran nanosatelit berukuran lebih besar yang akan melakukan manuver aktif di orbit. Nanosatelit ini membawa mesin Multi Stage Ignition Compact (MUSIC), hasil pengembangan spin-off NTU bernama Aliena. Sistem propulsi inovatif ini bekerja dengan mengionisasi propelan gas secara elektris, lalu mengakselerasi ion melalui medan listrik dan magnetik terkontrol untuk menghasilkan dorongan yang stabil dan efisien. Teknologi semacam ini lazimnya hanya dimiliki oleh lembaga antariksa negara-negara besar.
Ketiga proyek dijadwalkan bergulir mulai tahun ini dan berlangsung selama tiga tahun ke depan. Perkembangan ini tidak lahir dari ruang hampa. Singapura secara konsisten membangun reputasinya sebagai pusat riset dan inovasi kelas dunia. Sebuah posisi yang tak lepas dari kualitas perguruan tingginya. Indonesia dengan sumber daya alam yang melimpah, tentu perguruan tingginya harus tertantang untuk mengikuti jejak National University of Singapore. (P3)