Palmerah.online

Arsitektur Istana, Unggulnya Peradaban Iran

Palmerah.online

Keberanian Iran melawan Amerika Serikat dan Israel membuat kagum banyak kalangan. Iran tak gentar meski dibombardir berbagai senjata dan rudal canggih AS-Israel. Iran mampu melawan dan melakukan serangan balik.

Kekaguman terhadap Iran, sebenarnya bukan kali ini saja. Sejak dulu Iran merupakan bangsa tangguh dan tak pernah bisa ditaklukkan bangsa lain. Bahkan Iran mengklaim sebagai bangsa Arya yang unggul, dalam berbagai hal mulai dari kecerdasan, keberanian, kecermatan hingga seni dan budaya. Bukan sekadar klaim, keungulan itu tecermin sejak tumbuhnya peradaban Persia di bawah Dinasti Akhemeniyah pada 550 SM. Peradaban Persia semakin berkembang ketika masuknya Islam pada abad ke-7 Masehi yang membawa perubahan besar dalam tatanan sosial dan budaya.

 

Salah satu bagian Aula Cermin atau Talar-eAineh di Istana Taman Mawar Teheran yang seluruh dinding dan langit-langitnya dihiasi jutaan potongan cermin kecil. Cermin ini disusun sangat rumit, presisi, geometris, dan unik sebagai salah seni kerajinan tangan Ayeneh-kari khasn Persia. Try Harijono | Palmerah.Online

Persia berubah nama menjadi Iran, yang dalam Bahasa Persia artinya “tanah kaum Arya” pada 1935,  saat Reza Shah Pahlavi berkuasa. Meskipun namanya berubah, keunggulan peradaban Persia tak lekang oleh waktu yang tecermin dalam berbagai peninggalan seni dan budaya termasuk istana kerajaan.

Meskipun pasca Revolusi Islam Iran tahun 1979 pemimpin tertinggi Iran tak pernah menginjakkan kaki apalagi tinggal di istana, berbagai istana peninggalan Persia masih terpelihara dengan baik. Iran memiliki banyak istana indah dengan  berbagai arsitektur unik  yang mencerminkan tingginya peradaban mereka. Istana-istana tersebut tersebar mulai dari Teheran hingga Shiraza dan Isfahan yang lokasinya sekitar 450 kilometer dari Teheran.

Di Isfahan,  terdapat Chehel Sotoun atau “Istana Empat Puluh Tiang”. Dinamakan 40 tiang karena 20 tiang yang menjulang tinggi, jika direfleksikan ke kolam jernih yang ada di depannya menjadi seperti memiliki 40 tiang. Di Isfahan, terdapat pula Ali Qapu, istana berlantai enam yang berfungsi sebagai gerbang agung menuju kompleks kerajaan Safavid. Di istana ini terdapat ruang musik yang unik. Langit-langit istana diukir dalam bentuk cekungan berbagai alat musik sehingga bisa menghasilkan suara akustik musik yang indah dan sempurna.

Sementara itu di Teheran, terdapat di Istana Niavaran dan Istana Sa’dabad yang megah. Istana Sa’dabad terdiri atas 18 bangunan megah bergaya Eropa  yang berada di tengah hutan rindang dan asri seluas 110 hektare. Selain itu terdapat pula  Istana Taman Mawar atau Golestan Palace, peninggalan Dinasti Qajar yang memerintah Iran dari tahun 1789 hingga 1925.

Ada 17 bangunan di istana tersebut, tetapi yang paling menarik adalah Aula Cermin atau Talar-eAineh yang seluruh dinding dan langit-langitnya dihiasi jutaan potongan cermin kecil yang disusun sangat rumit, presisi, geometris, dan unik. Teknik ini disebut Ayeneh-kari, sebuah seni  kerajinan tangan khas Persia yang berkembang sejak abad ke-16.  Setiap cahaya yang masuk dari jendela, dipantulkan jutaan cermin kecil sehingga menghasilkan efek visual yang luar biasa.

Jika berada di dalam istana, pengunjung seolah berada di tengah-tengah permata indah yang memantulkan cahaya. Keindahannya sulit digambarkan dengan kata-kata. Enggak percaya? Coba saja datang dan buktikan sendiri… (TRY HARIJONO)

Tinggalkan Balasan

Komentar:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Publikasi Buku