Paus Fransiskus, yang terkenal dengan pernyataannya, “Who am I to judge them?” adalah paus dari ujung dunia. Dia bukan milik Timur atau Barat. Dia tidak berasal dari jantung sistem internasional, jantung Gereja. Maka tidak aneh kalau pandangan-pandangan, pendapat-pendapat, dan ajaran-ajaran, kadang terasa tidak nyaman bagi sebagian pihak. Tapi, paus dari Argentina ini telah mengubah cara pandang kita terhadap Gereja dan dunia.
Sejak awal terpilih, Paus Fransiskus memilih jalan perubahan. Lewat esortazione apostolica, nasihat apostoliknya yang pertama (2013), Evangelii Gaudium (Sukacita Injil), Paus Fransiskus mengatakan, “Saya lebih memilih Gereja yang memar, terluka, dan kotor karena berada di jalanan, daripada Gereja yang tidak sehat karena terkurung dan bergantung pada keamanannya, kenyamanannya sendiri.” Masa kepausannya, membawa Gereja memasuki era baru…
Buku ini bukan hanya memberi pengetahuan mengenai sosok Paus sebagai pemimpin umat Katolik sedunia, tetapi juga memberikan inside story di balik layar tentang kepausan… (Retno P Marsudi, Menteri Luar Negeri RI)
Buku ini dapat mendorong dan memberi inspirasi ke-pada kita agar seperti Paus Fransiskus, bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang membiarkan kekuatan iman membarui kehidupan. (Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta)
Perpaduan tulisan dari seorang wartawan, akademisi, dan diplomat senior yang melintasi sekaligus banyak mengandung pesan human-interest bernilai tinggi! (Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah)
Ungkapan penulis dalam buku yang tematis ini mampu menggambarkan siapa Paus Fransiskus dari dekat. (P. Agustinus Purnama, Superior Jenderal Kongregasi MSF di Roma)
Buku ini dapat menjadi rujukan untuk mengenal sosok agung Paus Fransiskus dalam kunjungan bersejarah ke Indonesia. (Zuhairi Misrawi, Dubes RI untuk Tunisia)
- Judul: Francis, Pope for the People
- Penulis: Michael Trias Kuncahyono
- Pengantar: Retno LP Marsudi & Mgr. Ignatius Suharyo
- Tahun: Juli 2024
- Halaman: xxxvi + 340 hlm.


Ulasan
Belum ada ulasan.