Dewasa ini kemidi rudat kian jarang dipentaskan, pendokumentasian kesenian ini secara tertulis menjadi sangat penting. Terlebih, kelompok sandiwara tradisional ini kini hanya tersisa di Lombok Utara, tepatnya di Dusun Dasan Terengan Lauq (selatan), Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang. Dokumentasi diperlukan karena materi ceritanya kaya akan nilai moral, etika, dan kearifan lokal yang digali dari budaya masyarakat Lombok. Unsur-unsur tersebut, melalui kecerdasan luar biasa para seniman, diramu dalam alur cerita yang menjadikan teater tradisional ini tontonan yang menarik sekaligus menghibur.
Sebagai media dakwah dan perjuangan pada masanya, sandiwara daerah ini sarat dengan pendidikan moral dan ajaran agama Islam, berisi nilai akidah dan syariat. Ia juga menjadi media perjuangan menjelang dan sesudah kemerdekaan yang berkontribusi dalam pembentukan karakter dan akhlak individu. Dengan cerita yang bersifat istanasentris – disadur dari hikayat dan dinarasikan menggunakan gaya bahasa Melayu klasik yang penuh ungkapan puitis dan kiasan – kesenian ini menghadirkan nuansa khas yang mampu menyihir penonton.



Ulasan
Belum ada ulasan.